Bangun Merek Yang Bertahan Untuk Masa Depan

Gambar

”Membangun sebuah merek dapat meningkatkan daya jual suatu produk usaha”. (Stan Shih)

Merek adalah sebuah intagible asset yang berarti kepercayaan, reputasi dan janji sebuah produk atau jasa terhadap konsumennya serta hubungan emosi saling membutuhkan antara produk atau jasa dengan konsumennya.

a.Membangun Merek

Untuk mempertahankan suatu merek bukan hanya dengan gencar melakukan berbagai promosi tetapi bagaimana agar usaha anda membangun brand menjadi optimal dan mendapatkan manfaat, tidak sekedar memiliki brand yang kuat saja tetapi mendapat tempat dihati pelanggan dan memperoleh harga yang tinggi.

Untuk memperkuat merek tidak sekedar mengandalkan iklan atau promosi saja tetapi harus mempertimbangkan event marketing dan marketing public relation. Ada beberapa unsur agar event dapat memperkuat merek, diantaranya harus mengandung nilai berita yang inovatif, orang menjadi sasaran adalah kelompok sasaran pengguna, ada keterkaitan antara produk dan event, keterkaitan yang ada harus dirancang sebagai kejadian bukan gangguan, adanya program promosi pararel sehingga mendukung keterkaitan awareness.

Berikut beberapa cara untuk menjaga merek agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama,antara lain :

1.Focus on core defferentiation : anda boleh melakukan ekstensi merek untuk mengeksploitasi pasar tetapi tetap harus bersumber pada diferensiasi utama merek dari produk yang anda miliki. Contoh, Pepsodent yang mengeluarkan produk baru seperti pepsodent triple action dan herbal cooling tapi tetap fokus pada kontennya.

2.Be Consistent : untuk mempertahankan diferensiasi jangan sekali-kali membingungkan konsumen dan tetap konsisten dalam hal pesan. Contoh, Carefour yang menawarkan harga lebih kompetitif dibanding pesaingnya dalam berbagai pesan dan komunikasinya.

3.Evolve your differentiation : jangan pernah puas dengan diferensiasi yang sudah anda miliki, teruslah diperkuat dari waktu ke waktu sehingga dapat tetap unggul dipasar. Contoh, Rinso yang selalu mengeluarkan varian-varian baru yang inovatif.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi suatu merek, antara lain :

1.Kekuatan merek : adalah kemampuan untuk mempengaruhi pasar. Misalnya harga, distribusi dan daya tahan merek tersebut terhadap merek lain

2.Kepemimpinan pasar : adalah mampu menguasai pasar dari waktu ke waktu

3.Kesetiaan dan daya tahan konsumen : adalah kemampuan untuk menghasilkan kelangsungan hidup suatu merek dalam jangka waktu yang panjang

4.Situasi pasar : adalah pertumbuhan dan segala macam rintangan yang dihadapi suatu merek dalam memiliki pasar persaingan bebas dengan merek-merek lain

5.Potensi global : adalah kemampuan merek untuk menjadi merek internasional, bukan sekedar menjadi merek nasional atau regioanal

6.Inovasi : adalah kemampuan suatu merek untuk membuat dirinya sendiri menjadi modern dan relevan sesuai dengan permintaan pasar

7.Investasi merek : adalah nilai dan konsistensi dukungan suatu merek dari segi pemasaran dan komunikasi

8.Proteksi : adalah proteksi hukum dan proteksi dagang dari suatu merek dengan tujuan melindungi merek yang anda miliki agar tidak dapat dipergunakan oleh orang lain dengan seenaknya.

b.Basis Differensiasi

Untuk membangun sebuah merek dapat dilakukan dengan empat pilar utama, yaitu Diferensiasi, relevansi, esteem, dan pengetahuan. Untuk melakukan diferensiasi dapat dilakukan berdasarkan : 1.produk yang meliputi fiktur, performance dan desain, 2.servis meliputi kecepatan, kemudahan dan empati, 3.kemampuan saluran distribusi meliputi kemampuan customer service, 4.SDM meliputi kapabilitas, budaya kerja dan skil, 5.Image meliputi logo, identitas merek, asosiasi, dan karakter.

Berikut adalah tiga aset perusahaan yang digunakan untuk melakukan diferensiasi, yaitu :

1.Concept : adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan ide dan inovasi yang muncul karena adanya upaya inovasi secara berkelanjutan

2.Copetence : adalah kemampuan untuk mengeksekusi proses pemberisn value kepada pelanggan dengan menghasilkan standar kompetensi yang semakin meningkat

3.Conection : adalah kemampuan perusahaan dalam menjalin kolaborasi dengan partner.

Adapun rumusan lain mengenai diferensiasi bisa juga berdasarkan pada tiga dimensi, yaitu :

1.Konten (What to offer) : yaitu dimrnsi diferensiasi yangmenunjuk pada ”apa” dari nilai produk yang anda tawarkan kepada pelanggan anda.

2.Konteks (How to offer) : yaitu dimensi diferensiasi yang menunjuk pada ”cara” anada menawarkan value pada pelanggan, dengan cara ini maka produk merek anda berbeda dari produk yang dimiliki para pesaing

3.Infrastruktur (enabler) : yaitu faktor-faktor pemungkin terealisasinya diferensiasi konten ataupun konteks, dimensi ini menunjuk pada pembedaan produk anda terhadap pesaing berdasarkan kemampuan teknologi, kapabilitas (SDM), dan kepemilikan fasilitas untuk mendukung menciptakan diferensiasi konten dan konteks diatas.

Berikut tiga syarat untuk melakukan diferensiasi, antara lain :

1.Diferensiasi yang dilakukan harus mampu mendatangkan exellent value ke pelanggan, perbedaan ini harus punya makna dimata pelanggan. Semakin besar perbedaan itu, maka semakin kokmoh diferensiasi produk yang anda miliki

2.Diferensiasi haruslah merupakan keunggulan dibanding pesaing. Diferensiasi akan kokoh jika anda menciptakan perbedaan dengan pesaing dan perbedaan itu mencerminkan keunggulan produk anda

3.Supaya diferensiasi produk anda kokoh dan suistanable, maka produk anda harus memiliki keunikan sehingga tidak gampang untuk ditiru pesaing, caranya produk anda harus disusun berdasarkan sekumpulan sistem aktivitas yang saling terkait dengan aktivitas yang lain.

Sedangkan untuk membangun diferensiasi dapat dilakukan dengan empat tahap, diantaranya :

1.Melakukan segmentasi : menetapkan target dan positioning, dimulai dengan melakukan segmentasi terlebih dahulu untuk menentukan kelompok mana yang akan dijadikan kelompok sasaran

2.Dari positioning tersebut analisalah sumber-sumber diferensiasi yang ada saat ini ataupun potensi untuk basis diferensiasi dimasa yang akan datang, lihatlah sejauh mana perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangan diantara tiga komponen (konten, konteks, infrastruktur)

3.Uji diferensiasi yang sudah ada, apakah sudah suistanableatau tidak (susah ditiru, memiliki keunikan) dan diferensiasi yang anda pilih harus dapat bertahan lama dipasaran.

4.Komunikasikan hasil uji diferensiasi produk anda, karena produk yang baik bukan berarti akan menjadi pemenang sebab yang terpenting adalah persepsi yang lebih baik.

c.Strategi Perluasan Merek  

Berikut adalah lima strategi untuk melakukan perluasan merek, antara lain :

1.Line Extension : yaitu perluasan merek untuk menargetkan segmen pasar baru didalam kategorin atau kelas produk yang ada. Contoh merek-merek yang telah diluncurka oleh perusahaan Unilever melalui produk Sunsilk dan Rinso yang piawai dalam membesarkan pasarnya melalui kemasan baru dan ramuan atau cita rasa baru.

2.Brand Extension : yaitu cara membuka peluang masuknya kategori-kategori produk baru. Contohnya produk Pepsodent dari pasta gigi masuk ke sikat gigi, Samsung yang masuk ke produk kategori barunya.

3.Downscaling : yaitu semakin sensitifnya pelanggan terhadap harga menjadikannya muncul banyak merek diperusahaannya, maka perusahaan tersebut harus melakukan downscaling (turun ke pasar yang lebih bawah). Contoh, Honda mengeluarkan produk Legenda untuk menangkis serangn motor-motor cina.

4.Upscaling : yaitu usaha untuk mendongkrak merek kita kepasar yang lebih tinggi dan harus dilakukan oleh perusahaan dengan sangat hati-hati.

5.Corporate Branding : sebuah merek juga dapat memasuki kelas produk lain dengan tujuan 1.meningkatkan kekokohan ekuitas mereknya melalui co-branding, 2.untuk membangun kredibilitas merek. Contohnya Sony dan Ericsson yang melakukan penggabungan karena keduanya memiliki kredibilitas yang sama baik, 3.untuk mem-building nilai yang ditawarkan oleh kedua merek sehingga mampu meningkatkan nilai dari produk merek tersebut ke pelanggan. Contoh penggabungan AIG dengan Lippo menjadi AIG Lippo, 4.sinergi dan pooling resource. Contoh Aqua dengan Danone.

d.Siklus Usaha Produk

Siklus kehidupan produk terdiri dari empat tahap, yaitu :

1.Tahap pengenalan : produk yang baru diperkenalkan kepasar sebelum diperoleh laba yang berarti, karena masih diperlukan banyak pengeluaran untuk biaya investasi dan juga promosi. Contoh, pengenalan produk saos yang baru diperlukan adanya promosi besar-besaran yang optimal melalui advertorial koran, majalah dan billboard.

2.Tahap pertumbuhan : produk sudah mulai dikenal dan diterima oleh pasar dengan cepat sehingga terdapat peningkatan kenaikan laba yang terus menerus dari waktu ke waktu.

3.Tahap pematangan : pada tahap ini mulai lambat perkembangannya, karena produk tersebut walaupun sudah dikenal dan diterima oleh hampir semua pembeli yang potensial tetapi terdapat produk saingan yang memasuki pasar sehingga puncak perolehan laba mengalami penurunan karena biaya-biaya yang dikeluarkan bertambah untuk mempertahankan kedudukan produk tersebut dipasaran.

4.Tahap penurunan siklus penjualan : penjualan terus mengalami penurunan dan laba cenderung tidak diperoleh lagi sehingga mengalami kerugian, pelu diadakan perubahan transformasi agar terbentuk pertumbuhan kembali.

Marketing mix adalah suatu kumpulan alat yang digunakan oleh manajemen untuk mempengaruhi penjualan. Dalam melakukan pembaruan penjualan melalui pola siklus kehidupan produk ini anda dapat memilih alat-alat pemasaran yang sesuai dengan tahapan dari siklus hidup suatu produk,

1.Product mix adalah kombinasi dari semua produk yang dijual oleh perusahaan terhadap pembelinya.

2.Product line adalah sekumpulan produk dalam product mix yang erat hubungannya untuk memenuhi kebutuhan yang sama

3.Product item adalah suatu jenis produk tertentu yang mempunyai ciri-ciri spesifik menurut ukuran, harga, penampilan atau atribut lainnya yang berbeda dalam product line, mempunyai nama tersendiri dalam daftar barang yang dijual oleh suatu perusahaan.

e.Merek ABC Yang Sukses Melakukan Brand Extension Produk-Produknya Untuk Masa Mendatang 

ABC berhasil melakukan perluasan produk-produknya seperti kecap, sirup, serta mie ABC. Tapi sayangnya gagal dalam mengembangkan dan memperluas produk ABC Dent untuk pasta gigi dan ABC Kids untuk pasta gigi anak-anak serta ABC teh kembang. Jika tidak hati-hati dalam melakukan brand extention bisa merusak ekuitas merek ABC secara keseluruhan.

f.Merek Mc. Donald’s

Analisanya : berhasil melakukan line extention melalui penawaran menu barunya yang selalu diawali dengan kata ”Mc” seperti Mc Sirup, Mc Chicken, Mc Nugget, dan Mc Soup.

g.Merek Detik.com

Analisanya : berawal dari Detik.com melakukan brand extention dengan mencoba masuk ke koran harian cetak, akibatnya walaupun Detik.com memiliki ekuitas merek sayangnya ekuitas tersebut tidak mampu mengontrol Koran Detik.

Tips di atas hanya sebuah kutipan, Anda bisa membaca tips-tips selengkapnya di Seri Buku Wirausaha Praktis SELALU ADA PELUANG. Dapatkan Panduan Membangun dan Mengembangkan Usaha secara Praktis dan lengkap dengan harga terjangkau sekarang juga.

HARGA SATUAN @ Rp 35.000,-
2 buku @ Rp 30.000,-/buku
4 buku @ Rp 25.000,-/buku
10 buku (1 paket) @ 20.000,-/buku

Jabodetabek bebas ongkir. Pemesanan dan konfirmasi ongkos kirim sms ke 0816 8662 51 atau 089 771 771 37.

Baca selengkapnya dan bergabunglah segera disini : http://www.wirausaha.or.id

Sumber : Buku Ke-9 Mengelola Merek 

               Karya, Jackie Ambadar, Miranty Abidin, Yanty Isa

Facebook : http://www.facebook.com/KomunitasWirausahaYbkm?fref=ts

Twitter : https://twitter.com/search?q=Wirausaha_ID&src=typd

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s